Jumat, 04 November 2011

dampak pertambangan emas

- Bukit-bukit tandus berjejer. Padang ilalang membentang sejauh mata memandang. Di kiri-kanan jalan berbatu terlihat aliran sungai yang keruh dengan kubangan bekas galian berukuran setengah meter. Tanah  bahkan dengan akar-akar pohon yang menyeruak akibat galian.yang berada di bagian pinggir sungai Lankowaha kondisinya nyaris sama. Tapi tak ada yang peduli.  Ribuan orang tetap sibuk dengan aktivitas masing-masing. Mereka membentuk kelompok kelompok kecil, terdiri dari 7-10 orang. Tenda dengan berbagai warna berjejer tak teratur, seperti perkemahan Pramuka, namun kini jadi tempat berteduh para pendulang emas yang datang dari seantero Indonesia, mewakili berbagai suku.

Sepanjang jalan menuju lokasi penambangan, tampak berseliweran pejalan kaki. Ada pula yang memakai motor dan mobil. Peralatan yang mereka bawa pun relatif sama, seperti wajan, linggis, sekop, terpal, serta peralatan memasak.

Sejak ditemukannya tambang emas di kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Sungai Tahi Ite dan sungai Langkowaha serta Wumbu Bangka seolah menjadi surga baru bagi pemburu logam mulia itu. Dari tiga lokasi penemuan tambang emas itu, peredaran uang mencapai miliaran rupiah di Bombana.

Hasil yang menggiurkan itu ternyata berimplikasi terhadap sejumlah hal. Ikan dan sayur misalnya, sulit dijumpai.

“Sejak penemuan emas, kami lebih sering makan mi instan karena penjual sayur dan ikan memilih beralih profesi menjadi pendulang emas dadakan,” tutur Nurdaya, warga Desa Tembe sambil tersenyum. Beberapa pembangunan gedung pemerintah yang dalam tahap penyelesaian juga ditinggalkan pekerjanya.

“Semua biaya kebutuhan hidup sangat mahal di daerah ini,” kata Rusdin, pendulang asal Sengkang, Sulawesi Selatan yang sudah tujuh bulan mendulang di lokasi ini.

Di areal penambangan, harga beberapa kebutuhan pokok juga naik hingga dua kali lipat.

“Harga rokok yang biasanya delapan ribu rupiah, di areal penambangan bisa sampai 16 ribu rupiah per bungkus. Begitu pun mi instan hingga mencapai harga 5 ribu rupiah.”

Selain dari itu, Sumina, wanita asal Balikpapan, Kalimantan Timur terpaksa berhenti beberapa waktu karena mengalami penyakit kulit, seperti terserang kutu air dan gatal.

“Air sungai di lokasi penambangan hanya sedikit dan kotor, padahal kami harus berendam di air selama beberapa jam untuk memisahkan pasir dan kerikil dari butiran emas,” ujarnya.

Bahkan, dilaporkan, sejak maraknya aktifitas penambangan emas di Bombana, jumlah pendulang emas yang meninggal telah mencapai 49 orang. Mereka ditemukan tertimpa longsoran tanah yang mereka gali sendiri.

Rusdin mengisahkan, awal kedatangannya di lokasi tambang ini, sehari dia bisa mengumpulkan serpihan emas minimal satu gram.

“Kini, menggali tiga hari pun sulit mendapatkan segitu,” katanya.

Semakin banyaknya pendulang dalam lokasi ini turut mempengaruhi hasil yang diperoleh tiap pendulang. Situasi ini memicu penggunaan mesin untuk menyedot bahan material tanah.

Menurut data Dinas Pertambangan dan Energi kabupaten Bombana, sekitar 3000 buah mesin penyedot tengah beroperasi dalam dua lokasi pendulangan emas, di Tahi Ite dan Wumbubangka.  Selain menyebabkan turunnya jumlah pendapatan pendulang tradisional, penggunaan mesin-mesin penyedot tanah mendorong komentar penggiat lingkungan,  Iskandar, koordinator LSM Sagori mengatakan, aktivitas pendulang yang menggunakan mesin untuk menyedot material tanah menyebabkan perubahan bentang alam secara cepat dan tak terkendali. Badan sungai Tahi Ite dan Langkowaha misalnya, kini tak lagi mudah dikenali. Pasokan air bersih terhenti.

”Inilah efek domino dari pertambangan emas bombana yang semrawut,” kata Iskandar.

Iskandar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bombana bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan itu.

”Semua izin dulang dikeluarkan oleh Pemerintah,” ujarnya.

Khawatir dengan efek negatif yang begitu cepat, Pemerintah Bombana mengambil langkah taktis, yaitu enghentikan sementara semua aktivitas pertambangan emas di Bombana.

”Kami kewalahan mengaturnya,” kata Selamet Rigay, Asisten I Kabupten Bombana yang juga merengkap sebagai Ketua Panitia Penertiban Pertambangan emas di Bombana.


Berebut Menggali Rezeki Emas di Negeri Dewi Sri Bombana

Kedatangan puluhan ribu penambang emas benar-benar menyulap wajah lahan transmigran di Sentra Permukiman Delapan (SP 8). Kawasan padang ilalang yang dulu tak terjamah itu pun berubah menjadi sebuah kota baru. Pusat keramaian Bombana seolah pindah ke SP-8.

Dalamnya emas memang tak bisa diterka. Ada yang baru menggali dua meter sudah mengumpulkan material emas. Tapi ada juga pendulang walau telah bercucuran keringat menggali sampai pada kedalaman 15 meter, tak jua menemui butiran emas itu.

Material diperoleh dari sebuah lubang berdiameter 1,5 meter. Kalau material di sebuah lubang galian dianggap habis, para penambang pindah ke lokasi baru. Lubang yang lama plus tanah sisa galian dibiarkan begitu saja. Pemda Bombana mencatat, hingga saat ini, jumlah lubang sisa galian mencapai ratusan ribu.

Emas kadang membutakan segalanya. Termasuk resiko nyawa. Mau hemat ongkos dan tenaga, ada penambang yang nekat membuat terowongan antar lubang untuk mencari material baru. Nah, saat membuat lubang tikus itulah, banyak penambang mati karena tanah longsor.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana mencatat, sejak September hingga Desember 2008, sudah 49 penambang tewas. Mayoritas tertimbun tanah longsor. Sisanya jatuh, tertindas batu dan kelalaian kerja.

Material yang mengandung emas biasanya dikumpulkan dalam karung. Setelah dianggap cukup, karung berisi material itu dibawa ke lokasi pendulangan. Dari proses pendulangan, akan dipisahkan serbuk atau buliran emas. Untuk mendulang, diperlukan air yang cukup sehingga 80 persen proses pendulangan dilakukan di kawasan aliran sungai.

Oleh karena banyaknya para pendulang, aliran sungai di sana menjadi mampet. Bahkan badan sungai tak berbentuk lagi. Mirip kubangan ratusan kerbau.

”Para pendulang ambil jalan pintas menggali dasar atau pinggir sungai yang mengandung material emas,” kata Johari, pedagang asal Kolaka Utara.

Parahnya, seluruh aktivitas keseharian penambang tersebut dilakukan di kubangan itu. Mulai membangun kemah, makan-minum, beristirahat, hingga buang air besar. Tak sedikit pendulang yang terkena diare karena kondisi kotor tersebut.  Itu belum termasuk proses pendulangan yang menggunakan air raksa alias merkuri pada mesin tromol untuk memudahkan pengikatan serbuk emas. Limbah beracun tersebut juga dibuang seenaknya di kubangan itu. Tak pelak para pendulang pun menjadi korban. Ada yang sekujur badannya mengalami iritasi dan gatal-gatal.  Minimnya fasilitas kesehatan dalam lokasi pendulangan ini semakin memperparah dampak negatif yang dialami pendulang.

Saat ini, di lokasi tersebut terdapat ribuan tenda yang dijadikan tempat bermukim sementara para pendulang. Oleh karena banyaknya tenda, kawasan SP-8 dan pinggiran Sungai Tahi Ite mirip perkampungan. Bahkan, khusus di SP-8 sebagai lokasi terpadat mirip sebuah kota. Di sana ada pasar yang menjajakan segala kebutuhan para penambang, mulai beras hingga linggis. Bahkan praktik lokalisasi liar pun tersedia.

Perputaran uang di SP-8 dan Desa Raurau bisa mencapai miliran rupiah per hari. Setiap pendulang rata-rata mendapatkan 1 gram emas per hari atau Rp 250 ribu. Jika di dua kawasan penambangan terdapat 60 ribu penambang, total uang kontan yang berputar bisa mencapai Rp 15 miliar per hari. Itu dengan asumsi seluruh pendulang menjual emasnya tidak di luar lokasi penambangan.

Tingginya perputaran uang dan jauhnya lokasi penambangan membuat harga kebutuhan sehari-hari menjadi mahal. Harga mi rebus plus telur, misalnya, bisa mencapai Rp 15.000 per porsi. Air dalam kemasan ukuran 1,5 liter yang biasanya Rp 3 ribu dijual dengan harga tiga kali lipat. Harga ayam bisa mencapai Rp 200 ribu per ekor.

Terbatasnya uang kontan sering memaksa penambang menggunakan emas sebagai mata uang baru. Khususnya ketika mereka terbentur oleh kebutuhan mendesak. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, transaksi seks menggunakan tarif gram-graman emas.

“Kalau (PSK) yang parasnya lumayan, ada yang tarifnya sampai 2 gram. Yang biasa-biasa saja ya 1 gram sudah cukuplah,” ujar Johari, lantas tersenyum.

Beberapa PSK, lanjutnya, pada siang hari juga terjun ke lokasi penambangan ikut mendulang emas.(*

dampak pertambangan batubara

Dampak Penambangan Batubara pada Lingkungan
Batubara merupakan salah satu bahan galian strategis yang sekaligus menjadi sumber daya energy yang sangat besar. Indonesia pada tahun 2006 mampu memproduksi batu bara sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya diekspor. Sementara itu sekitar 29 juta ton diekspor ke Jepang.

Indonesia memiliki cadangan batubara yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan dalam jumlah kecil, batu bara berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan Sulawesi. Sedangkan rumus empirik batubara untuk jenis bituminous adalah C137H97O9NS, sedangkan untuk antrasit adalah C240H90O4NS.

Jenis Batubara

Jenis dan kualitas batubara tergantung pada tekanan, panas dan waktu terbentuknya batubara. Berdasarkan hal tersebut, maka batubara dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis batubara, diantaranya adalah antrasit, bituminus, sub bituminus, lignit dan gambut.

1. Antrasit merupakan jenis batubara dengan kualitas terbaik, batubara jenis ini mempunyai cirri-ciri warna hitam metalik, mengandung unsur karbon antara 86%-98% dan mempunyai kandungan air kurang dari 8%.

2. Bituminus merupakan batubara dengan kualitas kedua, batubara jenis ini mempunyai kandungan karbon 68%-86% serta kadar air antara 8%-10%. Batubara jenis ini banyak dijumpai di Australia.

3. Sub Bituminus merupakan jenis batubara dengan kualitas ketiga, batubara ini mempunyai ciri kandungan karbonnya sedikit dan mengandung banyak air.

4. Lignit merupupakan batubara dengan kwalitas keempat, batubara jenis ini mempunyai cirri memiliki warna muda coklat, sangat lunak dan memiliki kadar air 35%-75%.

5. Gambut merupakan jenis batubara dengan kwalitas terendah, batubara ini memiliki cirri berpori dan kadar air diatas 75%.


Sedangkan berdasarkan kalori pembakaran yang dihasilkan, batubara dikelompokkan menjadi tiga;

1. Batubara Kalori Sangat Tinggi adalah batubara yang mempunyai kalori hasil pembakaran sangat tinggi dengan jumlah kalori lebih dari 7100 kal/gr

2. Batubara Kalori Tinggi adalah batubara yang mempunyai kalori hasil pembakaran antara 6100-7100 kal/gr.

3. Batubara Kalori Rendah adalah batubara yang mempunyai kalori hasil pembakaran kurang dari 5100 kal/gr.


Dampak Penambangan Batubara

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor, Indonesia memiliki beberapa tambang batubara yang tersebar di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, baik yang dioperasikan oleh Perusahaan Milik Negara maupun swasta.

Pada tahun 2006, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Australia dalam urutan Negara pengekspor batubara. Sekitar 74% batubara Indonesia merupakan hasil penambangan perusahaan swasta, sementara itu satu-satunya BUMN yang melakukan penambangan batubara adalah PT Tambang Bukit Asam. Berdasarkan informasi PUSLITBANG Teknologi Mineral dan Batubara, 2006, sebagian besar batubara digunakan untuk pembangkitan energy.

Penambangan batubara menimbulkan beberapa dampak yang merugikan penduduk sekitar dan lingkungan. Jika permukaan batubara yang mengandung pirit (besi sulfide, disebut juga dengan emas bodoh) berinteraksi dengan air dan udara maka akan terbentuk asam sulfat. Jika terjadi hujan di daerah pertambangan, maka asam sulfat tersebut akan bergerak sepanjang aliran air, dan sepanjang terjadinya hujan di daerah tailing pertambangan maka produksi asam sulfat terus terjadi, baik selama penambangan beroperasi maupun tidak. Jika batubara pada tambang terbuka, seluruh lapisan yang terbuka berinteraksi dengan air dan menghasilkan asam sulfat, maka akan merusak kesuburan tanah dan pecemaran sungai mulai terjadi akibat kandungan asam sulfat yang tinggi , hal ini berdampak pada terbunuhnya ikan-ikan di sungai, tumbuhan, dan biota air yang sensitive terhadap perubahan pH yang drastis.

Disamping itu, penambagan batubara juga menghasilkan gas metana, gas ini mempunyai potensi sebagi gas rumah kaca. Kontribusi gas metana yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, memberikan kontribusi sebesar 10,5% pada emisi gas rumah kaca.

Dari hasil panel antar Pemerintah Negara anggota PBB tentang Perubahan Iklim, gas metana mempunyai potensi pemanasan global 21 kali lebih besar dibandingkan dengan karbon dioksida selama 100 tahun terakhir. Jika PLTU batubara menghasilkan bahaya pada emisi hasil bakarnya, maka proses penambangan batubara dapat menghasilkan gas-gas berbahaya. Gas-gas berbahaya ini dapat menimbulkan ancaman bagi para pekerja tambang dan merupakan sumber polusi udara. Disamping itu penambangan batubara merusak vegetasi yang ada, menghancurkan profil tanah genetic, menggantikan profil tanah genetic, menghancurkan satwa liar dan habitatnya, degradasi kualitas udara, mengubah pemanfaatan lahan dan hingga pada batas tertentu dapat megubah topografi umum daerah penambangan secara permanen.

yang di maksud pertambangan

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).
Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :
Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktik hal-hal yang berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining practice)

mendripsikan pertambangan emas

Emas adalah unsur kimia dlm tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu:
  • Endapan primer; dan
  • Endapan plaser.
Emas moneter sebagai jaminan mata uang yang pernah dipakai oleh Bank Indonesia
Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.

Daftar isi

 [sembunyikan] 

Koin emas

Salah satu bentuk koin emas Krugerrand Afrika Selatan
Koin emas 5 gram bersertifikat dari UBPP Logam Mulia PT Aneka Tambang, Indonesia
Emas juga diperdagangkan dalam bentuk koin emas, seperti Krugerrand yang diproduksi oleh South African Mint Company dalam berbagai satuan berat. Satuan berat krugerrand yang umum ditemui adalah 1/10 oz (ounce), 1/4 oz, 1/2 oz dan 1 oz. Harga koin krugerrand didasarkan pada pergerakan harga emas di pasar komoditas dunia yang bergerak terus sepanjang masa perdagangan. Koin Krugerrand khusus (atau biasa disebut proof collector edition) juga diproduksi secara terbatas sesuai dengan tema tertentu. Karena diproduksi terbatas, sering kali harga koin krugerrand edisi proof ini melebihi harga kandungan emas koin tersebut tergantung pada kelangkaan dan kondisi koin khusus ini. Edisi yang cukup digemari dan dicari para investor adalah edisi yang memuat gambar Nelson Mandela.
Terdapat beberapa negara yang memproduksi secara massal koin emas untuk ditawarkan sebagai alternatif investasi, antara lain:
  1. Australia - kangaroo
  2. China - panda
  3. Malaysia - kijang emas
  4. Canada - maple leaf
  5. Inggris - Britannia
  6. Amerika Serikat - eagle dan buffalo
  7. Afrika Selatan - Krugerrand
  8. New Zealand - kiwi
  9. Singapore - lion
  10. Austria - philharmonic
  11. Indonesia - Logam Mulia
Logam Mulia merupakan salah satu Unit Bisnis dari PT Aneka Tamban yang merupakan satu-satunya usaha pemurnian emas dan perak di Indonesia yang bersertifikasi. Logam Mulia memiliki pengakuan dari LBMA (London Bullion Market Association) dan termasuk di dalam Good Delivery List of Acceptable Refiners of Gold Bars sejak 1 Januari 1999.

Harga emas

Dalam sejarahnya yang panjang dan berliku, saat ini emas tiba pada suatu masa baru dengan peluang dan bahaya. Harga emas saat ini lebih tinggi dari harga 17 tahun terakhir, melambung hingga $1000 per troy ounce. (1 ounce=31,1035 gr). Tetapi, emas yang tersisa untuk ditambang sangatlah sedikit[rujukan?] dan telah diperas dari bumi dengan biaya pemulihan lingkungan yang sangat tinggi dan tak jarang berada di belahan dunia yang termiskin.
Bahkan, per Maret 2008, harga emas mencapai US$ 1010 per troy ounce (troy ounce = 31,1035 gram) atau setara Rp 298.000 per gram. Harga emas pada Agustus 2011 telah menyentuh US$ 1700 per troy ounc atau setara 520.000 per gram.

Perkiraan 2008

Harga emas naik pada tahun 2008 terkait dengan suku bunga Amerika yang berencana kembali memotong tingkat suku bunganya, namun hal ini disinyalir sebagai suatu proyeksi atas besarnya permintaan emas di pasaran untuk perhiasan. Hal serupa juga ditegaskan oleh National Australian Bank (NAB) pada sektor mineral dan energi.

[sunting] Keuntungan dan kemiskinan

Dewasa ini perusahaan-perusahaan emas menyerbu pelosok bumi dituntun oleh pemandu yang kuat: Bank Dunia. Bank Dunia, lembaga utama yang bergiat menuntaskan kemiskinan dunia, beranggapan bahwa perusahaan-perusahaan tambang multinasional akan membawa investasi, mendorong pembangunan jalan, sekolah dan pekerjaan, ke negara-negara yang tidak memiliki banyak modal selain sumber daya alam mereka.
Bank Dunia bekerja di kedua pihak. Atas desakannya, lebih dari 100 pemerintahan negara yang mengalami masalah keuangan setuju memotong pajak dan royalti untuk memikat perusahaan-perusahaan tambang besar, ujar James Otto, profesor tamu di sekolah hukum University of Denver.
Sementara itu, Bank Dunia memberikan uang untuk atau menjamin lebih dari 30 proyek tambang emas, untuk mencari keuntungan.
Meskipun tambang hanyalah bagian kecil dari portofolio Bank Dunia, ketika kecelakaan meningkat kontroversi pun merebak. Dalam salah satu bencana terburuk, pada tahun 1995 sebuah tambang di Guyana yang dijamin oleh Bank Dunia menumpahkan lebih dari 790.000 galon limbah tambang bercampur sianida ke anak Sungai Essequibo, yang merupakan sumber air utama negara tersebut.
Pada tahun 2001, presiden Bank Dunia waktu itu, James D. Wolfenshon, menetapkan moratorium investasi tambang selama dua tahun dan memerintahkan penyusunan sebuah kajian tentang keterlibatan Bank Dunia dalam industri tersebut.

Endapan emas di Indonesia

Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Perusahaan pertambangan yang mengeksploitasi cadangan emas di Indonesia antara lain:
  1. PT Aneka Tambang, merupakan BUMN
  2. PT Freeport Indonesia
  3. PT Newmont Nusa Tenggara

Ekstraksi Emas

Amalgamasi

Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa dan membentuk amalgam (Au – Hg). Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah, akan tetapi proses efektif untuk bijih emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar (> 74 mikron) dan dalam membentuk emas murni yang bebas (free native gold)

pertambangan emas

Pertambangan Emas

Memiliki tambang emas, meskipun potensial sangat menguntungkan, juga dapat menjadi sumber kehancuran bagi banyak perusahaan. 95% dari penemuan emas di seluruh dunia tidak dapat terus bertahan secara ekonomi. Diperlukan waktu sekitar 8-13 tahun untuk membuat tambang emas bergerak dari kegiatan awal hingga kegiatan produksi, meskipun kurun waktu ini dapat dipotong hingga setengahnya dalam kasus tertentu. Tanpa memperhatikan jumlah uang yang harus dikeluarkan dan sumber daya yang digunakan, banyak ventura harus gulung tikar pada tahap tertentu karena ada masalah yang tidak dapat diatasi.


  • Tahap 1: Eksplorasi

    Durasi
    • 3-5 tahun
    Tujuan
    • Berusaha menemukan dan menentukan kandungan mineral
    Proses
    • Melakukan survei geologis/pengambilan sampel geokimia untuk menentukan lokasi dan memetakan deposit biji
    • Melakukan pengeboran untuk menentukan derajat kandungan biji dan karakteristik geologis
    • Mulai mengumpulkan informasi dasar tentang lingkungan dan masyarakat
  • Tahap 2: Pengembangan

    Durasi
    • 3-5 tahun
    Tujuan
    • Merancang dan mendapatkan persetujuan untuk konstruksi tambang dan operasional pertambangan
    Proses
    • Melengkapi desain teknis metode pertambangan yang optimal (tambang terbuka atau tambang bawah tanah) dan proses pengambilan mineral
    • Melengkapi studi kelayakan proyek
    • Mendapatkan persetujuan konstruksi dan operasional yang diperlukan
    • Mendapatkan hak penggunaan atas tanah dan air
  • Tahap 3: Konstruksi

    Durasi
    • 2-3 tahun
    Tujuan
    • Membangun fasilitas pertambangan sesuai dengan yang telah disetujui, persyaratan dan standar
    Proses
    • Menetapkan tim konstruksi yang trampil untuk melaksanakan rencana pembangunan
    • Membangun fasilitas pertambangan dan fasilitas pemrosesan serta infrastruktur terkait, seperti jalan, listrik dan saluran air, dan fasilitas bagi karyawan
  • Tahap 4: Penambangan

    10-35 tahun adalah rentang waktu rata-rata untuk tambang emas.
  • Tahap 5: Penutupan/Reklamasi

    Pertambangan emas sangat berisiko secara politis, untuk beberapa alasan. Tambang emas tidak dapat dipindahkan dan sangat tergantung pada modal, membuatnya menjadi target yang sangat mudah disalahgunakan oleh pemerintah atau badan buruh yang terorganisasi. Meskipun beberapa wilayah di dunia dianggap lebih berisiko daripada wilayah lain karena perbedaan tradisi hak kepemilikan dan adanya peristiwa geopolitik saat ini, ternyata setiap tambang emas di dunia selalu menanggung beberapa risiko politik. Sementara tambang emas di Afrika dapat diambil alih tanpa menunggu proses hukum oleh pemerintahan Marxisme dan milisia pemberontak yang kejam, maka tambang emas di Barat dapat dengan mudah ditutup oleh politisi liberal dan mereka yang pro-lingkungan.

    Meskipun peristiwa malang tersebut sangat jarang terjadi, namun ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Virgin Gold sangat perlu mendiversifikasi investasinya ke beberapa tambang emas dengan kualitas yang berbeda di wilayah global.

    Tidak ada alasan untuk menyesali fakta bahwa Virgin Gold perlu memiliki tambang emas sendiri, bahkan setelah satu dekade berkecimpung dalam bisnis ini. Ini sekedar pengakuan tentang betapa berhati-hatinya perusahaan ini dalam mengambil keputusan dan dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada pemegang saham.

    Ada pernyataan bahwa, “tambang emas itu hanyalah sebuah lubang di tanah yang dikelilingi oleh para penipu”. Mengoperasikan tambang emas memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan yang lebih sering, tambang emas dengan “cadangan emas yang tidak pasti” tidaklah menguntungkan seperti yang dibayangkan. Memperoleh sebuah tambang emas dengan “cadangan emas yang telah terbukti” dapat mencapai rekor yang tinggi; yang tercermin dari rekor harga emas batangan. Apabila harga emas terkoreksi, investasi di tambang emas pada harga puncak akan seimbang dengan kerugian besar yang akan dialami selama beberapa tahun ke depan. Banyak produsen emas yang saat ini memperoleh untung, dahulu mencari dan mengembangkan tambangnya di saat harga emas tercatat sangat rendah pada beberapa tahun lalu.

    Faktanya, Virgin Gold terlibat dalam beberapa ventura emas di Amerika Selatan dan di Afrika melalui sarana investasi onshore. Anak perusahaan kami juga bekerja sama dalam hak melakukan eksplorasi dan pengembangan di kedua benua tersebut. Kami yakin bahwa pada waktu dan kesempatan yang tepat, Virgin Gold akan benar-benar memiliki kekuasaan penuh di beberapa tambang emas yang baik di seluruh dunia.

pertambangan minyak

Tambang Minyak Bumi


Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam di Kabupaten Bojonegoro yang terdapat di wilayah kecamatan Ngasem (Desa Mojodelik, Brabohan, wonorejo) diperkirakan mencapai 126 juta barel. Eksplorasi yang telah dilakukan dengan 126 sumur yang meliputi 106 sumur produksi, 18 sumur injeksi air dan 2 sumur injeksi gas.
Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam dikelola secara tradisional dan mekanis. Penambangan tradisional dikelola oleh masyarakat dengan peralatan sederharna untuk pengambilan minyak (sumur) dengan rata-rata kedalaman 500 meter dan denga sumur pompa tangan (penemuan baru) dengan kedalaman 28 meter, sedangkan sebagian lagi menggunakan tehnologi yang memanfaatkan mesin mobil sebagai penggerak. Jumlah penabang minyak tradisional sekitar 74 (sumur) unit yang berlokasi di wilayah kecamatan Kedawan meliputi desa wonocolo 44 sumur dengan kapasitas produksi 25.771 liter/hari, desa Hargomulyo 18 sumur dengan kapasitas produksi 12.771 liter/hari dan desa Beji 12 sumur dengan kapasitas produksi 8.249 liter/hari.
Lokasi :
Kec. Kedewan
Jumlah sumur 416
Sifat tradisional
Pengelola KUD
Bogosasono
Pelaksana : Masyarakat




Lokasi Minyak dan Gas Bumi : Kecamatan Ngasem Potensi Minyak +/- 600 Juta Barel
Produksi : +/- 160.000 barel/hari
Potensi gas bumi lebih besar sementara belum di kelola
Pengelola : Exxon Mobile

Lokasi :
Kec. Kapas Sumur Sukowati
Pengelola : Petrochina
Produksi : 7.100 barrel perhari

teknik pertambangan batubara

Teknik Metode Pertambangan Batubara / Penambangan Batu Bara Alam

Batubara adalah batuan yang berasal dari tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan lumpur, pasir dan lempung selama berjuta-juta tahun lamanya. Adanya tekanan lapisan tanah bersuhu tinggi serta terjadinya gerak tektonik mengakibatkan terjadinya pembakaran atau oksidasi yang mengubah zat kayu pada bangkai tumbuh-tumbuhan menjadi batuan yang mudah terbakar yang bernama batubara.
Di Indonesia terdapat tambang besar batubara seperti tambang umbilin di sawahlunto sumatera barat dan tambang bukit asam di sumatra selatan. Beberapa macam / jenis metoda penambangan barubara :
1. Penambangan Terbuka
Melakukan kegiatan menambang batubara tanpa melakukan penggalian berat karena karena letak batubara yang dekat dengan permukaan bumi.
2. Penambangan Dalam
Untuk menambang batubara dengan teknik tersebut harus dibuat terowongan yang tegak hingga mencapai lapisan batubara. Selanjutnya dibuat terowongan datar untuk melakukan penambangan.
3. Penambangan Jauh
Pertambangan ini dilakukan ketika area batubara berada di bawah bukit di mana dibuat terowongan miring hingga mencapai lapisan batu bara.
4. Penambangan Di Atas Permukaan
Jenis kegiatan menambang batubara ini dilakukan jika batubara yang diincar berada pada perut bukit, yang di mana perlu terowongan datar untuk dapat mulai menambang batubara tersebut.

Tutorial Blog

Katanya Temen Nih

Site Info

Friend Link

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
mendripsikan tentang pertambangan
Lihat profil lengkapku

Reader Community